Minggu, 03 Oktober 2010

Apa itu Squidoo?

Pernah dengar tentang Squidoo? Salah satu di antara model penerbitan online yang ada sekarang ini. Squidoo mengalami perkembangan yang pesat dan setiap hari banyak sekali orang yang mendaftar sebagai pengguna baru. Mungkin anda juga tertarik untuk mencoba? Ok, sebelumnya kita lihat dulu apa sih itu Squidoo.

Seperti yang saya katakan tadi, Squidoo adalah salah satu platform penerbitan online di era Web 2.0 ini. Squidoo punya cara yang agak berbeda dengan yang lain, misalnya Blogger atau lainnya. Keunikan Squidoo adalah bahwa sebuah topik yang diterbitkan ditempatkan dalam satu halaman saja, dan itu disebut dengan Lens. Lens artinya lensa. Lens membidik sebuah topik dan menerbitkannya dalam sebuah halaman. Beda kan dengan Blogger, di mana posting yang dibuat muncul menurut tanggal postingannya dan masuk ke dalam kategori atau tag atau label yang kita berikan. Pada Squidoo, dalam sebuah lens, hal-hal atau informasi yang ada di dalamnya saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Yang bagusnya adalah, penulis bisa langsung melakukan monetizing lensanya karena semua dilakukan secara otomatis oleh Squidoo sehingga terasa sangat mudah.

Juga, menurut beberapa orang Squidoo sangat disukai oleh Google sehingga lensa-lensa yang dibuat sangat mudah terindeks oleh Google. Artinya jika anda memuat sebuah lensa dengan kata kunci yang tepat maka lensa tersebut akan mudah diketemukan oleh orang melalui Google. Bagi netter yang tidak terlalu paham SEO (saya termasuk), hal ini akan sangat memudahkan dan menguntungkan.

Kalau dalam dunia blog, pemilik blog disebut blogger maka di Squidoo pemilik lensa disebut dengan Lensmaster Seorang lensmaster bisa membuat beberapa buah lensa. Lensmaster yang sudah terkenal di Squidoo bahkan mempunyai lensa hingga ratusan jumlahnya. Tentu dengan topik masing-masing. Bisa berhubungan, bisa juga tidak. Topik-topik itu, maksud saya.

Dalam sebuah lensa, terdapat Modules atau modul. Banyak sekali modul yang disediakan oleh Squidoo, misalnya modul text, modul eBay, modul Amazon, modul Guest book, dsb., dsb. Pokoknya banyak. Tinggal pilih yang mana mau ditampilkan dalam sebuah lensa dan mana yang tidak.

Kelemahan Squidoo (mungkin) bagi orang Indoneseia, adalah karena memakai Bahasa Inggris. Sekali lagi mungkin, lho ya. Mungkin banyak yang alergi begitu pertama melihat Squidoo. Tetapi kayaknya bukan juga ya. Soalnya banyak juga kan orang Indonesia yang bahkan menulis dalam Bahasa Inggris pun selancar menulis Bahasa Indonesia. Tapi, memang lensa berbahasa Indonesia di Squidoo sepertinya masih kurang.

Karena pertimbangan di atas lah saya membuat blog ini. Di sini akan saya coba jelaskan cara-cara menggunakan Squidoo. Mudah-mudahan bisa membantu anda dalam mempelajari Squidoo dan memanfaatkannya. Bisa untuk sekedar menulis secara online, bisa juga menjadi sumber income anda.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template