Plastik merupakan salah satu bahan yang sangat dekat dengan kehidupan. Hampir setiap saat kita berhubungan dengan plastik. Mulai dari kantong-kantong pembungkus, gelas untuk minum, botol, dan sebagainya, hampir semuanya terbuat dari plastik. Anda tentu bisa membayangkan dengan mudah contoh-contoh barang yang terbuat dari plastik.Tingkat penggunaan plastik yang tinggi dalam kehidupan kita, dapat dilihat dengan mudah dari jumlah sampah plastik yang begitu banyak. Hal ini juga disebabkan karena plastik tidak mudah 'hilang' dari penglihatan kita. Plastik adalah bahan yang sangat sulit untuk dihancurkan (didaur ulang) sehingga menjadi dominan dari sampah yang sering kita lihat. Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghancurkan plastik sehingga menjadi sampai yang merusak lingkungan. Karena plastik sangat susah untuk dihancurkan, dibarengi dengan sifat-sifatnya yang lain, plastik misalnya bisa menyumbat saluran-saluran pembuangan air sehingga berkontribusi terhadap terjadinya malapetaka banjir. Dilema banjir yang melanda Jakarta, sedikit banyak disebabkan oleh banyaknya sampah-sampah plastik yang dihasilkan, dibuang secara sembarangan, dan kemudian menyumbat sistem drainase yang ada.
Nah, pada tahun 2008 yang lalu, seseorang siswa Kanada bernama Daniel Burd telah berhasil mengembangbiakkan sejenis mikroba (bakteri) yang mampu menghancurkan plastik. Bakteri itu adalah dari jenis Spyngomonas. Penelitian Daniel Burd tentang hal ini membuatnnya menjadi juara dalam Canada-Wide Science Fair di Ottawa.
Penemuan mikroba yang mampu menggunakan plastik merupakan sebuah terobosan yang akan sangat membantu kehidupan kita, utamanya dalam mengatasi masalah sampah plastik. Mikroba tersebut, ketika sebuah cara telah ditemukan untuk mengaplikasikanya dalam manajemen pengelolaan sampah, akan mampu membantu menghancurkan sampah-sampah plastik yang ada sehingga akan membantu kita dalam mempertahankan kualitas lingkungan.

0 komentar:
Posting Komentar