Minggu, 03 Oktober 2010

Cara pembuatan bokashi jerami

Bokashi merupakan pupuk organik yang kaya akan nilai nutrisi. Dengan memanfaatkan biakan mikroorganisme dalam EM-4 maka dapat dibuat berbagai bokashi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah tersedia di sekeliling kita. Prinsip penggunaan bahan yang digunakan adalah bahwa tersebut masih mengandung bahan organik sehingga bisa dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang terkandung dalam EM4. Bagusnya, kita dapat menggunakan bahan-bahan limbah, utamanya limbah pertanian, sehingga dapat meningkatkan nilai manfaat bahan-bahan tersebut.

Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan bokashi adalah jerami, termasuk jerami padi dan jerami tanaman kacang-kacangan. Jerami ini umumnya tidak digunakan setelah hasil pertanian utama (padi dan kacang) di ambil oleh petani. Jerami padi bahkan menjadi masalah bagi para petani sawah karena harus disingkirkan dari areal persawahan sebelum musim tanam padi berikutnya. Praktek pembakaran jerami padi oleh petani bukan kah merupakan tindakan yang bagus karena tidak bersahabat dengan lingkungan dan menghilangkan potensi bahan organik yang masih terkandung dalam limbah tersebut.

Berikut ini adalah cara pembuatan bokashi jerami:

Bahan yang diperlukan
  1. Jerami padi (10 kg) atau bahan lain seperti rumput lapangan atau jerami tanaman tanaman kacang-kacangan). Bahan ini terlebih dahulu dicacah sehingga ukurannya mengecil menjadi sekitar 5-10 cm panjangnya;
  2. Dedak padi (0,5 kg) dan sekam padi (10 kg);
  3. EM4 sebanyak 10 ml atau sekitar 2 sendok makan;
  4. Molasses atau larutan gula merah sebanyak 2 sendok makan atau 10 ml;
  5. Air secukupnya.
Cara pembuatan:
  1. Buat larutan campuran antara EM4, molases (atau larutan gula), dan air dengan perbandingan 10 ml  EM4 : 10 ml molases (larutan gula) : 1 liter air;
  2. Jerami padi, dedak padi, dan sekam padi juga dicampur secara merata di atas lantai yang bersih dan kering;
  3. Bahan-bahan yang telah dicampur dengan merata (#2) di atas disiram dengan larutan EM4 (#1) secara perlahan dan bertahap serta merata sehingga terbentuk adonan;
  4. Adonan selanjutnya dibuat gundukan dengan tinggi gundukan sekitar 15-20 cm di atas tempat yang bersih kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Setiap hari hendaknya dilakukan pengecekan suhu karena suhu gundukan harus dipertahankan sekitar 40-50 derajat celcius. Jika suhu melebih 50 derajat celcius maka karung goni penutup harus dibuka dan dilakukan pengadukan dan pembalikan gundukan, sebelum gundukan tadi ditutup kembali dengan karung goni;
  5. Setelah empat hari maka karung goni penutup dapat dibuka. Periksa kondisi bokashi yang dihasilkan. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil apabila bokashi tersebut mempunyai warna yang harum. Sebaliknya bila terdapat bau busuk maka proses pembuatan bokashi ini kurang berhasil.
Bokashi jerami yang dihasilkan sebaiknya langsung digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman anda. Bila akan disimpan, sebaiknya bokashi tersebut dikurangi kadar airnya dengan jalan diangin-anginkan terlebih dahulu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template