Kalau anda pernah mendengar kata bokashi tentu anda juga familiar dengan istilah EM-4 (Effective Microorganisme-4) atau Mikroorganisme Efektif-4. Pembuatan bokashi biasanya menggunakan EM-4 sebagai biangnya atau starter-nya. Tetapi kenapa menggunakan EM-4 dan bukannya EM yang lalin? Kalau ada EM4 tentu ada EM sebelumnya kan?
Tidak banyak informasi yang menjelaskan tentang perbedaan antara EM1, EM2, EM3, dan EM4. Tetapi setelah berusaha mencari untuk menjawab pertanyaan di atas, akhirnya diperoleh juga jawaban perbedaan utama antara keempat jenis EM tersebut.
Sebagaimana diketahui bahwa teknologi EM ditemukan oleh seorang ahli Jepang bernama Teruo Higa. Nah, sewaktu melakukan penelitian untuk menentukan kombinasi-kombinasi terbaik mikroorganisme yang terkandung dalam EM, maka Teruo Higa membuat berbagai nama EM tersebut dengan kandungan mikroorganisme yang berbeda.
Sekarang tentang EM1 dulu. EM1 merupakan merk dagang asli yang dihasilkan dan mengandung sekelompok bakteri utamanya bakteri asam laktat (menghasilkan asam laktat dalam metabolismenya), khamir, dan bakteri fotosintetik. EM1 hanya mengandung ketiga genera mikroorganisme tersebut dengan proporsi yang ideal.
EM2. EM2 merupakan campuran dari lebih banyak mikroorganisme, yaitu sekitar 10 genera dan 80 spesies. Mikroorganisme tersebut, seperti halnya pada EM1, juga eksis bersama-sama sebagai sebuah konsorsium. Mikroba utama yang ada dalam EM2 adalah bakteri fotosintesis, jamur, khamir atau kapang, dan sebagainya. Kulturnya dibuat pada medium cair dengan pH 7 dan disimpan pada pH 8,5. Populasi mikroorganisme dalam larutan adalah sekitar 10(9) atau 1 milyar sel setiap gram cairan.
EM3. EM3 terdiri atas sekitar 90% bakteri fotosintesis dan sisanya adalah mikroorganisme yang lain. EM3 ini dikultur dan disimpan pada pH 8,5. Populasi mikroorgaisme dalam cairan yang dihasilkan juga adalah sekitar 10(9) atau 1 milyar sel setiap gram cairan.
EM4. EM4 terdiri atas 90% lactobacillus spp. dan microorganisme yang menghasilkan asam laktat lainnya. EM dibuat dengan kultur pada medium cair ber pH asam yaitu 4,5. Jumlah mikrooganisme tetap dipertahankan sama dengan di atas, yaitu 1 milyar per gram cairan.
Itulah perbedaan utama antara EM1, EM2, EM3, dan EM4. Jadi pada prinsipnya perbedaan yang ada disebabkan oleh kandungan mikrooganisme masing-masing jenis EM tersebut.
Minggu, 03 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

3 komentar:
Sangat bermanfaat. Tambahkan lagi cara membuatnya
Pertanyaannya,bisakah em1 di berikan ke unggas ?
Untuk membuat silaj, apakah kesemua EM itu bisa digunakan?
Posting Komentar